Abstract
Achmad Fatkhur Hidayat Fajar, The Magic of Literature: Rangga Lawe’s Narration at XV-XX Century. Undergraduated Thesis. Yogyakarta: Study Program of History, Faculty of Literature, University of Sanata Dharma, 2021.
This research aims to answer two things regarding the narrative of the historical figure, Rangga Lawe, in traditional historiography and or literatures. First, this study aims to analyze the differences and transformations in the narration of Rangga Lawe in each traditional historiographies and or literatures. Second, this study tries to understand the true motive of traditional historiographies and or literatures writing which contains the story of Rangga Lawe. Based on the type, this research is a qualitative research. This study uses the historical research method. The main source of this study are traditional historiographies and/or literatures which contains Rangga Lawe in its narrations. This study found that literatures influence people’s perspectives on Rangga Lawe. The transformation changed the status of Rangga Lawe, which in the oldest traditional historiographies (in the late period until the collapse of the Majapahit) place him as a rebel into a hero. The transformation took place over centuries with the influence of different poets and different periods. The transformation is also influenced by cognitive processes which are the imagination formula in literature. Finally, it also related to social, culture, and political aspect of the writing period. The result of the influence of this literatures can be found even today. For example, the Tuban people consider Rangga Lawe as a hero. Also, community relations between regions are based on stories from the past—during the early of Majapahit establishment.
Keywords: Rangga Lawe, traditional historiography, literatures, Majapahit Kingdom.
Showing the abstract — retrieve the full paper via the Exa API.
Topics
Semiotics and Cultural InterpretationCultural and Educational StudiesCultural and Artistic StudiesABSTRAKAchmad Fatkhur Hidayat Fajar, Sihir Sastra: Narasi Rangga Lawe Abad XV-XX. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra, Uiversitas Sanata Dharma, 2021. Ada dua hal yang hendak dijawab oleh penelitian ini terkait narasi tokoh sejarah Rangga Lawe dalam historiografi tradisional dan atau karya sastra. Pertama, penelitian ini berusaha untuk mengudar perbedaan dan perubahan narasi tentang Rangga Lawe di tiap historiografi tradisional dan karya sastra. Kedua, penelitian ini mencoba memahami motif sebenarnya dari penulisan historiografi tradisional dan karya sastra yang memuat tokoh Rangga Lawe. Berdasarkan jenisnya, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian sejarah. Sumber utama penelitian ini ialah historiografi tradisional dan atau karya sastra yang memuat Rangga Lawe dalam narasinya. Penelitian ini menemukan bahwa karya sastra mempengaruhi perspektif masyarakat terhadap Rangga Lawe. Pengaruh tersebut mengubah status Rangga Lawe yang dalam historiografi tradisional tertua (pada masa akhir sampai keruntuhan Kerajaan Majapahit) menempatkannya sebagai pemberontak menjadi seorang pahlawan. Perubahan itu berlangsung berabad-abad dengan menempatkan pengaruh pujangga-pujangga dan zaman yang berbeda. Perubahan juga dipengaruhi oleh proses kognitif yang merupakan formula imajinasi dalam karya sastra. Terakhir, terkait dengan aspek sosial, budaya, dan politik pada periode penulisan naskah.Hasil dari pengaruh karya sastra itu dapat ditemukan bahkan pada masa sekarang. Misalnya, masyarakat Tuban yang menganggap Rangga Lawe sebagai pahlawan. Juga, pertalian masyarakat antar daerah berdasarkan pada kisah masa lampau—pada masa awal pendirian Majapahit.Kata kunci: Rangga Lawe, historiografi tradisional, karya sastra, Kerajaan Majapahit.